Sedekah dan Pengemis Jadi-Jadian

Ramadhan penuh berkah, bulan yang menawarkan kesempatan tinggi untuk melipatgandakan pahala Anda dan mengharap ridho-Nya. Ibadah apapun yang Anda laksanakan di bulan ini akan mendapatkan pahala yang berlipat. Ditambah lagi dengan suasana religius yang mengental, semangat Anda pasti akan lebih kuat untuk mengisi bulan ini dengan beragam ibadah.

Salah satu ibadah yang mulia adalah memberikan sedekah. Saat sedang berkendara dan harus terhenti di lampu merah atau saat memasuki area Masjid, biasanya Anda akan lebih tergerak untuk merogoh kocek dan memberikan sedikit rejeki Anda kepada tangan-tangan yang menengadah. “Ini bulan puasa lho, pahalanya lebih besar”. Mungkin itu salah satu alasan yang memperkuat dorongan Anda untuk memberi sedekah kepada para peminta-minta yang Anda temui.

Namun, sadarkah Anda –terlepas dari keikhlasan niat Anda untuk beribadah– bahwa tindakan Anda tersebut justru dapat membantu orang-orang tidak bertanggung jawab? Tentu saja saya tidak akan menyatakan sedekah itu tidak baik. Setiap ibadah yang dilakukan secara ikhlas tentu saja merupakan hal yang baik. Namun saya mengajak Anda untuk lebih waspada sehingga apa yang Anda lakukan lebih mendatangkan berkah.

Waspada? Yups. Tidak semua pengemis yang Anda temui merupakan kaum papa. Banyak diantaranya bahkan memiliki rumah dan harta benda yang cukup wah. Mereka menghinakan diri dan menjadikan mengemis sebagai profesi. Hebatnya lagi, mereka bahkan membentuk sindikat untuk melancarkan aktifitas mereka. Dibawah komando seorang koordinator, para pengemis jadi-jadian ini menyebar dan beraksi mengumpulkan rupiah demi rupiah. Hal ini tentu saja membawa banyak mudharat, salah satunya adalah menyabot rejeki yang seharusnya menjadi rejeki pengemis yang sebenarnya. :-w

Sebagai ilustrasi, berapa gaji/pendapatan yang Anda terima per bulan dari pekerjaan atau usaha yang Anda tekuni? 5 juta per bulan? Percaya atau tidak, jumlah tersebut dapat disamai oleh seorang pengemis. Hebat, kan?

Saya yakin Anda tidak akan rela jika uang yang Anda berikan untuk bersedekah jatuh ke tangan yang salah. Selain itu, sikap menutup mata akan semakin menyuburkan bisnis mengemis yang semakin marak di bulan suci ini. Jadi, ada baiknya Anda memastikan sedekah dan ibadah yang Anda laksanakan tidak hanya berbuah pahala, namun juga menjadi semakin barokah karena tersalurkan kepada mereka yang benar-benar berhak, bukan kepada para pemalas yang ingin mendapat uang mudah dengan mengemis.

Catatan Lain

    Kata Kunci
    hebatnya sedekah, sedekah, , pengemis, wallpaper pengemis, walpaper tentang anak peminta-minta, orang jadi jadian, sedekah hebat, film sedekah, ibadah sedekah, pengemis jadi2an, pengemis wallpaper, sedekah yatim, sedekah yatim piatu, wallpaper sedekah

    5 Komentar

     

    1. Silvy says:

      kan pernah ada waktu itu di acaranya Uya Kuya, ketauan deh kalo orang itu jadi pengemis jadi2an dengan pura2 cacat dan gagu.. bisa ya ngasih nafkah istri & anak dari hasil ngebohongin orang banyak ck..ck..ck..

      Dihipnotis ya, Cha? :D
      Mereka hanya ingin mendapat uang tanpa perlu bekerja keras.

    2. Kreasi Manik says:

      di daerah deket rumah ada salah satu plang iklan yang menghimbau pengguna jalan raya untuk lebih memberikan sedekahnya kepada yatim piatu yang formal daripada anak jalanan/pengemis…

      Yups, lebih baik menyalurkan sedekah Anda ke panti asuhan misalnya. :)

    3. iya juga yach sangat disayangkan,
      Akan tetapi alangkah baiknya bersedialah bersedekah kepada orang yang membutuhkan

    4. Bambangxp says:

      iya juga yach sangat disayangkan, :d
      akan tetapi kalau kita iklas sih gak papa :)

    5. ulfa says:

      Yg penting niat dan ikhlas…

      Akan lebih baik lagi jika bermanfaat dan jatuh ke tangan yang benar

    Berikan komentar

    Anda dapat menggunakan Yahoo Emoticons dalam menulis komentar