Alhamdulillah, saya memiliki gelar baru (lagi).
Gelar tersebut saya dapatkan bukan karena selesai menempuh pendidikan lanjutan ataupun karena baru pulang menunaikan ibadah haji dari tanah suci
. Setelah resmi menyandang gelar “Suami” kurang lebih setahun yang lalu, baru-baru ini saya kembali menyandang gelar baru. Gelar tersebut saya dapatkan setelah Dia –Sang Khalik– menganugerahi saya sebuah kenikmatan yang tak terukur nilainya. Hari Kamis, 8 Desember 2011 saya resmi menyandang gelar Ayah. Hari itu, putra pertama saya lahir, yang kemudian saya beri nama Muhammad Fakhry Ekahandra.
Nama Muhammad Fakhry Ekahandra saya berikan setelah memilih dan memilah beberapa calon nama hasil diskusi dengan istri. Sebagai seorang muslim, tentu saya ingin mencantumkan nama Nabi Muhammad SAW pada nama putra saya. Sedangkan Fakhry (yang artinya kebanggaanku) saya berikan dengan harapan semoga sang jabang bayi dapat menjadi anak yang membanggakan orang tua. Ekahandra memiliki makna khusus, Eka bermakna anak pertama, dan Handra merupakan gabungan nama kedua kakeknya, ayah saya dan ayah istri ![]()



