Final Piala Uber: Tiket Pada Kemana?

Hasil oleh-oleh saat ikut mengantri tiket pertandingan final Uber Cup tadi malam.

Foto 1 Foto 2
Foto 3 Foto 4
Klik Gambar Untuk Memperbesar

Para pengantri tiket yang berdiri di barisan depan adalah mereka yang telah antri sejak matahari belum terbangun, dan mereka rela dihantam panas, letih, haus demi mendapatkan tiket untuk menyaksikan aksi srikandi-srikandi Badminton Indonesia berlaga di final. Tak satupun aparat keamanan maupun panitia melongok untuk memberi informasi jam berapa loket dibuka, atau sekedar mencari tahu keadaan mereka.
Loket dibuka pukul 13.00, tiket ludes dalam hitungan menit. Saya yang tidak ikut mengantri, hanya melihat beberapa orang yang berhasil membeli tiket tersebut. Anggaplah ada seratus orang yang berhasil membeli tiket dan masing-masin dari mereka membeli dua lembar tiket (batas maksimal yang ditetapkan panitia), jadi apakah loket tersebut hanya menjual 200 tiket? Lalu di mana lagi tiketnya dijual?

Ada salah seorang pembeli tiket “jalan belakang” yang mengaku membeli tiket dari salah seorang aparat kemanan seharga Rp. 125.000. Jadi sejak kapan aparat kemanan berfungsi ganda sebagai penjual tiket? Dengan harga yang mahal pula… :-j

Antisipasi panitia terhadap membludaknya pembeli tiket juga Nol Besar, sama sekali tidak mempedulikan nasib mereka yang dengan penuh semangat berdiri dalam antrian –yang lebih tepat disebut kerumunan– dari pagi buta hingga siang, menyanyikan lagu-lagu kebangsaan dan yel yel penyemangat, berdesak-desakan hingga beberapa diantaranya ada yang jatuh pingsan. Bahkan di antrian sebelah kanan, para pembeli yang telah berhasil mendapatkan tiket harus keluar dari barisan dengan menaiki pagar setinggi 2 meter karena tidak ada jalan keluar (lihat foto-foto di atas).

Lagi-lagi rakyat kecil dikesampingkan. Jika memang saat itu panitia hanya menjual sedikit tiket –entah sebagian besarnya dijual melalui jalur apa– mengapa masih tega membiarkan rakyat kecil mengantri seperti itu? Ini adalah event Internasional, Bung!

Bagaimana pendapat Anda tentang “Final Piala Uber: Tiket Pada Kemana?”? Saat ini terdapat 1 komentar. Ingin menambahkan?
  1. Silvy Says:

    Yg trpenting adalah Uda dan Kang Saprol selamat dari kerumunan antri yg sangat padat itu ;-) Btw,ciee..g cuma para Thomas+Uber yg pny momen trbaik, Uda jg ;))

    Slamet sih slamet, tapi kasihan yang tidak kuat sampai pingsan.
    Momen terbaik Uda? Apa ya?? B-)

Berikan Komentar

:) :( :d :"> :(( :n/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>-

Indonesia To Blog -Top Site .