Demolah Daku, Kau Kuhajar

Apa jadinya jika sebuah partai besar mengerahkan simpatisannya untuk “mengatasi” rakyat yang berusaha menyuarakan suaranya? Kata mengatasi saya kasih tanda khusus karena ditransformasikan dalam bentuk penyerangan.

Saat tahu “kepalanya” akan didemo oleh salah satu kalangan, para simpatisan telah bersiap dan langsung menyerang saat massa pendemo tiba.
Presiden terdahulu menggunakan tentara untuk membungkam kaum vokal, dan kini ada yang menggunakan simpatisan untuk membungkam pendemo.

Miris….

Catatan Terkait

  • Tidak ada catatan yang berkaitan
Kata Kunci

5 Komentar

Free Software

August 8th, 2008 at 2:30 pm    


Wakwkwk.. Ayo maju..!

albri

October 5th, 2008 at 10:55 pm    


:( Ya ga setuju, tapi juga ga setuju dengan rakyat yang anarkis

suryadi

October 13th, 2008 at 3:46 pm    


permasalahan anarkisme massa pada saat ini tidak terlepas dari masih kurang tingkat kesadaran berpolitik dan berdemokrasi dikalangan kaum awam, sehingga sangat mudah diprovokasi oleh pihak2 tertentu terutama pimpinan2 partai yang “bermain kotor” untuk mempertahankan/meraih kemenangan secara keji.
dalam masalah ini yang paling bertanggung jawab dan merupakan pekerjaan yang paling keji dan biadab serta terlaknat adalah para pimpinan partai yang memprovokasi massa/ simpatisannya dengan segepok uang demi mencapai naluri binatangnya.::-w
kalau model2 ini pemimpin yang akan memeganga tampuk pemerintahan dinegeri ini, apa jadi kawan???? kalau bukan menunggu kehancuran negeri tercinta ini ditangan setan2 haus kekuasaan….
tulisan ini saya persembahkan uUNTUK SELURUH PIMPINAN PARTAI DINEGARA INDONESIA YANG HAUS KEKUASAAN.
HIDUP MAHASISWA, HIDUP INDONESIA, HANCURKAN TIRANI MAJULAH INDONESIAKU

kinu2h

October 18th, 2008 at 8:42 pm    


wah wis ra usum anarkis-anarkisan damai, peace, adem ayem, bungah

granny flats

December 15th, 2008 at 2:03 pm    


Memang politik itu kotor yah, saya ga suka berpolitik

Berikan Komentar

Nama *

Email *

Website/Blog/Facebook

Anda dapat menggunakan Yahoo Emoticons dalam menulis komentar