Demolah Daku, Kau Kuhajar

Catatan tanggal 5 August 2008 |

Apa jadinya jika sebuah partai besar mengerahkan simpatisannya untuk “mengatasi” rakyat yang berusaha menyuarakan suaranya? Kata mengatasi saya kasih tanda khusus karena ditransformasikan dalam bentuk penyerangan.

Saat tahu “kepalanya” akan didemo oleh salah satu kalangan, para simpatisan telah bersiap dan langsung menyerang saat massa pendemo tiba.
Presiden terdahulu menggunakan tentara untuk membungkam kaum vokal, dan kini ada yang menggunakan simpatisan untuk membungkam pendemo.

Miris….

4 Komentar untuk “Demolah Daku, Kau Kuhajar”

  1. Komentarnya Free Software on 8 Aug 2008

    Wakwkwk.. Ayo maju..!

  2. Komentarnya albri on 5 Oct 2008

    :( Ya ga setuju, tapi juga ga setuju dengan rakyat yang anarkis

  3. Komentarnya suryadi on 13 Oct 2008

    permasalahan anarkisme massa pada saat ini tidak terlepas dari masih kurang tingkat kesadaran berpolitik dan berdemokrasi dikalangan kaum awam, sehingga sangat mudah diprovokasi oleh pihak2 tertentu terutama pimpinan2 partai yang “bermain kotor” untuk mempertahankan/meraih kemenangan secara keji.
    dalam masalah ini yang paling bertanggung jawab dan merupakan pekerjaan yang paling keji dan biadab serta terlaknat adalah para pimpinan partai yang memprovokasi massa/ simpatisannya dengan segepok uang demi mencapai naluri binatangnya.::-w
    kalau model2 ini pemimpin yang akan memeganga tampuk pemerintahan dinegeri ini, apa jadi kawan???? kalau bukan menunggu kehancuran negeri tercinta ini ditangan setan2 haus kekuasaan….
    tulisan ini saya persembahkan uUNTUK SELURUH PIMPINAN PARTAI DINEGARA INDONESIA YANG HAUS KEKUASAAN.
    HIDUP MAHASISWA, HIDUP INDONESIA, HANCURKAN TIRANI MAJULAH INDONESIAKU

  4. Komentarnya kinu2h on 18 Oct 2008

    wah wis ra usum anarkis-anarkisan damai, peace, adem ayem, bungah

Berikan Komentar