Bursa Caci Mencaci

Sebenarnya gerutu ini sudah lama bersarang di hati, namun baru sempat saya tuangkan sekarang. Berkaitan dengan sinetron drama kasus Cicak vs Buaya yang sampai saat ini masih mendominasi tayangan berita di media massa.

Geram, kesal, sakit hati. Saya yakin itu yang dirasakan oleh masyarakat saat melihat perseteruan para pendekar hukum kalangan atas di televisi. Begitu juga saya, muak tak tertahankan melihat beliau-beliau bertingkah seolah-olah masyarakat adalah sekumpulan orang-orang bodoh yang tidak tahu apa-apa. Kegeraman itulah yang membuat saya menerima undangan beberapa rekan untuk mendukung KPK melalui Facebook.

Namun, ada yang mengganjal di hati saya saat melihat komentar rekan-rekan di Page Facebook. Gerakan ini ternyata dinodai oleh banyak pendukung yang terlalu bernafsu dan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas.

Mencaci, memaki, bahkan menyemburkan isi kebun binatang di media yang bisa diakses umum, menurut saya bukanlah perbuatan bijak. Selain tidak akan menghasilkan apa-apa, hal ini justru akan menodai tujuan awal digalangnya gerakan dukungan tersebut. Plus, menjadi preseden buruk di mata negara tetangga yang bahasanya tidak jauh berbeda.

Satu hal lagi, bagaimana jika umpatan, cacian, dan kata-kata kasar yang terpampang jelas di halaman tersebut dibaca oleh adik atau anak kita? Saya yakin Anda akan memarahi adik atau anak Anda saat mereka melontarkan kata-kata kasar. Ya, tentu saja kita tidak rela melihat mereka seperti itu, dan menjadi tanggung jawab kita untuk mencegah mereka “belajar” menjadi seperti itu.

Catatan Lain

    Kata Kunci
    kata kata mencaci, kata kata caci maki, kata mencaci maki, kata-kata mencaci, katakata maki, mencaci, , catatan caci maki yang kasar, kata kata caci, kata kata maki, kata kata mencaci maki, kata maki, kata mencaci orang, kata mencacu maki, kata- kata caci maki

    7 Komentar

     

    1. padahal buaya dan cicak sedang dikadalin

    2. ane says:

      Mungkin itu bentuk kekesalan yang mendalam terhadap penegak hukum di negara ini…

    3. myrelux says:

      setuju hati boleh panas tetapi kepala tetap dingin jangan terpancing emosi donk.

    4. yayah says:

      klo komodo, biawak pada ikutan tambah seru tuh

    5. putri says:

      setuju… kita memang harus tetap berkepala dingin

    6. fn says:

      buaya d kadal in msh ada no ular naga yg mw d hdpi

    7. thanks buat infonya, memnag harus kita menjaga kata2 kita di dunia maya yang bisa di akses oleh banyak orang

    Berikan komentar

    Anda dapat menggunakan Yahoo Emoticons dalam menulis komentar