Bursa Caci Mencaci

10/11/2009

in Meracau

Sebenarnya gerutu ini sudah lama bersarang di hati, namun baru sempat saya tuangkan sekarang. Berkaitan dengan sinetron drama kasus Cicak vs Buaya yang sampai saat ini masih mendominasi tayangan berita di media massa.

Geram, kesal, sakit hati. Saya yakin itu yang dirasakan oleh masyarakat saat melihat perseteruan para pendekar hukum kalangan atas di televisi. Begitu juga saya, muak tak tertahankan melihat beliau-beliau bertingkah seolah-olah masyarakat adalah sekumpulan orang-orang bodoh yang tidak tahu apa-apa. Kegeraman itulah yang membuat saya menerima undangan beberapa rekan untuk mendukung KPK melalui Facebook.

Namun, ada yang mengganjal di hati saya saat melihat komentar rekan-rekan di Page Facebook. Gerakan ini ternyata dinodai oleh banyak pendukung yang terlalu bernafsu dan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas.

Mencaci, memaki, bahkan menyemburkan isi kebun binatang di media yang bisa diakses umum, menurut saya bukanlah perbuatan bijak. Selain tidak akan menghasilkan apa-apa, hal ini justru akan menodai tujuan awal digalangnya gerakan dukungan tersebut. Plus, menjadi preseden buruk di mata negara tetangga yang bahasanya tidak jauh berbeda.

Satu hal lagi, bagaimana jika umpatan, cacian, dan kata-kata kasar yang terpampang jelas di halaman tersebut dibaca oleh adik atau anak kita? Saya yakin Anda akan memarahi adik atau anak Anda saat mereka melontarkan kata-kata kasar. Ya, tentu saja kita tidak rela melihat mereka seperti itu, dan menjadi tanggung jawab kita untuk mencegah mereka “belajar” menjadi seperti itu.

Bursa Caci Mencaci Reviewed by Ade W Hakim Rating: 5 November 10, 2009By Ade W Hakim

{ 7 comments… read them below or add one }

Komentarnya fn

buaya d kadal in msh ada no ular naga yg mw d hdpi

Reply

Komentarnya pasang iklan baris gratis

thanks buat infonya, memnag harus kita menjaga kata2 kita di dunia maya yang bisa di akses oleh banyak orang

Reply

Leave a Comment