Akhir-akhir ini sebagian besar pebisinis di internet sedang dibuat pusing dengan sepak terjang Om Gugel. Setelah merilis Caffeine, kali ini Si Om mengeluarkan jurus Panda untuk meningkatkan kualitas hasil pencariannya yang selama ini sering “diakali”. Jurus-jurus Panda dipastikan membuat banyak internet marketer kelimpungan, tak sedikit yang babak belur karena tambang emas yang biasanya mengalirkan ribuan bahkan puluhan ribu dollar penghasilan bulanan mulai menurun, goyah, bahkan musnah karena terdepak dari posisi teratas di hasil pencarian.
Belum selesai dengan hiruk pikuk akibat gebrakan Sang Panda Galak, publisher Indonesia kembali digegerkan oleh Om Gugel. Kali ini yang berjatuhan adalah para publisher Adsense dari Indonesia (dan Pakistan). Banned massal yang sempat melanda para publisher Adsense Indonesia –khususnya dari kota Yogyakarta– pada tahun 2007 lalu kembali terulang kali ini. Banyak rekan-rekan di Forum Adsense ID mengaku akun Google Adsense-nya dinonaktifkan. Tidak sedikit diantaranya yang harus merelakan kehilangan penghasilan hingga ribuan dollar.
Yang membuat saya geleng-geleng kepala, banned massal kali ini sepertinya lebih mirip banned ngasal. Bahkan ada yang mengaku mendapat email dari Gugel mengenai penonaktifan aku Adsense padahal akun email tersebut sama sekali tidak digunakan sebagai email publisher Adsense. Saya rasa hal ini cukup mengherankan karena dilakukan oleh perusahaan sebesar Google.
Beragam pendapat menyeruak. Ada yang bilang Gugel arogan, ada juga yang bilang sedang “bersih-bersih”, sampai-sampai ada yang berseloroh bahwa Google sedang stress karena kalah saing dengan Facebook
.
Google memang merajai internet, sampai-sampai tak terhitung jumlah pebisnis online yang menggantungkan mata pencahariannya dari sana. Namun kejadian banned ngasal ini membuat saya mulai berfikir untuk tidak terlalu bergantung pada Adsense dan mulai meningkatkan perhatian pada pilihan-pilihan lain dalam mengais rejeki secara online.
Sampai badai ini mereda dan berhenti, saya mencopot semua iklan Google Adsense dari semua blog dan mencoba alternatif lain. Sangat disayangkan jika Google masuk ke Indonesia hanya untuk mendekati para advertiser namun memperlakukan publisher secara arogan.




{ 16 comments… read them below or add one }
← Previous Comments
Next Comments →
yah jadi takut ni ama panda, mungkin tujuan panda baik, tapi kurang terkontrol aja kali…namanya juga robot..he
iya nih, semoga om google gak terusan nge banned nya..
bulan desember ini (2011) punya wong bule juga udah pada di banned, misal di home design, interior design atau cars yg jadi tama blog saya, coba cek ranking satunya, banyak yang udah hilang adsennye
saya punya ide, gmn kalau gantian kita yg banned google?. jgn ada yg mau jd publishernya, jengkel saya dua kali di tendang, padahal $1 dollar aja blm dapet, hari ini lebih parah, dipasang belum udh disabled. cari duit dari iklan, tapi iklannya di klik ketakutan, maunya apa sih google?
Pendapatan Google Adsense melalui para publisher hanya sebagian kecil, sebagian besarnya disumbang dari iklan di halaman search results. Jadi mungkin Google merasa tidak terlalu perlu “memanjakan” publisher. Mereka lebih memilih memanjakan advertiser karena dari situlah ladang uang mereka.
Tapi online earning tidak hanya dari Adsense saja kok, masih banyak cara lain mengais dollar ;)
setuju gan, dunia maya inikan representasi dari dunia nyata. banyak yg lalu lalang jadi pasti banyak peluang, sekarang ane banting stir gak jadi publisher lg mau bantuin yg pada susah daftar adsense aja. hehehe… coz udh sering di app, jd tau triknya.
← Previous Comments
Next Comments →
{ 1 trackback }