Ikuti Kursus Belajar Bahasa Inggris Online Cepat
Tanpa Grammar Full Conversation. Download Gratis dulu

Maryamah Karpov

Maryamah Karpov… Setelah ditunggu sekian lama, akhirnya buku terakhir dari Tetralogi Laskar Pelangi dirilis juga. Dahaga saya akan ramuan kata-kata nan unik karya Andrea Hirata akhirnya terpuaskan.

Masih tetap dengan sastra melayu yang diramu kata-kata jenaka serta pendeskripsian yang cerdas tentang lingkungan masyarakat di Belitong, Maryamah Karpov menyihir saya dan membuat saya melahap lembar demi lembar tanpa kuasa berhenti. Apalagi dengan latar belakang saya yang kebetulan sempat menghabiskan masa kecil di lingkungan yang hampir mirip, saya dapat membayangkan dengan jelas bagaimana situasi pasarnya,logat bicara masyarakatnya, hingga aura sosialnya. Saya selalu terkekeh membaca julukan-julukan yang disandang para tokoh dalam buku tersebut.

Secara umum, buku ini menceritakan hidup Ikal setelah pulang menuntut ilmu dari luar negeri. Pengangguran bertitel S2 di lingkungan “terbelakang” yang tidak memiliki kesempatan dan ruang untuk mengamalkan ilmunya dan kemudian menjalani bulan-bulan terakhir pencarian cinta pertamanya, A Ling. Luar biasa perjuangan yang dijalani oleh Ikal. Setelah menyusuri pelosok Eropa dan Afrika tanpa berhasil menemukan A Ling dalam buku Edensor, dalam buku ini Ikal harus berjuang keras melakukan persiapan berbulan-bulan dan menempuh bahaya untuk menuju suatu tempat yang dia yakini merupakan tempat yang akan mempertemukannya dengan A Ling.

Jika saya meyakini cerita dalam 3 buku sebelumnya sebagian besar merupakan pengalaman pribadi Andrea Hirata, maka dalam buku Maryamah Karpov saya tidak terlalu yakin bahwa kisah yang mengalir merupakan pengalaman pribadinya. Namun kepiawaian Andrea dalam menulis benar-benar patut diacungi empat jempol. Kehadiran Si Jenius Lintang dengan rumus dan teori fisika-nya yang memberikan solusi-solusi hebat saat Ikal menemui jalan buntu mengobati rasa rindu saya kepada salah satu tokoh favorit saya tersebut. Jujur saja, sampai sekarang saya tidak rela orang sehebat Lintang dikalahkan oleh nasib.

Kehadiran Tetralogi Laskar Pelangi membangkitkan hobi membaca saya yang sempat hilang beberapa tahun belakangan ini. Dan saya lihat, Uni Silvy juga mengalami hal yang sama. Sambil menunggu dirilisnya buku Maryamah Karpov, kami mulai mengoleksi buku-buku lain yang menarik minat kami. Tercatat beberapa buku telah kami koleksi seperti The Da Vinci Code, The Footprints of God, Digital Fortress, Tunnels, dan saat ini kami sedang membaca buku-bukunya Stephenie Meyer (saya belum yakin apakah itu tetralogi atau pentalogi). Uni bahkan sudah menonton filmnya dan memanas-manasi saya tentang bagaimana bagusnya film tersebut.

Catatan Terkait


Topik: ,

Incoming search terms: sinopsis maryamah karpov (119), sinopsis maryamah karpov andrea hirata (58), sinopsis novel maryamah karpov (49), sinopsis novel (40), sinopsis novel sastra (38), sinopsis edensor (34), (24), resensi novel maryamah karpov (23), resensi novel sastra (19), maryamah karpov (17), sinopsis novel edensor (17), latar belakang novel maryamah karpov (15), 1 (9), latar maryamah karpov (9), sinopsis novel sastra indonesia (9)

7 Komentar untuk catatan "Maryamah Karpov"

  • Silvy berkomentar:
  • home designs berkomentar:
  • Belajar ngeBlog berkomentar:
  • nhaa berkomentar:
  • Belajar SEO berkomentar:
  • Indra Kurniadi berkomentar:
  • rhenNi3 berkomentar:
Komentar Anda

:) :( :d :"> :(( :n/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>-