Pendapat Saya Tentang Laskar Pelangi The Movie
Catatan tanggal 10 October 2008 |Download Video Ini
Yups, Film Laskar Pelangi merupakan salah satu topik yang sedang ramai dibicarakan belakangan ini. Bahkan catatan saya sebelumnya tentang film ini mendapat respon yang tak terduga dari banyak pengunjung. Sebagian besar diantaranya memuji dan meras puas dengan hasil garapan Mira dan Riri tersebut, namun ada juga yang mengemukakan beberapa “kekecewaan”.
Saya sendiri secara pribadi merasa cukup puas, walaupun ada beberapa ganjalan ringan saat membandingkan film tersebut dengan bukunya. Saya menonton film tersebut agat terlambat, yaitu tanggal 2 Oktober saat bersilaturrahmi ke keluarga Uni Silvy di Bandung. Tapi tidak apa-apa lah terlambat beberapa hari, yang penting keinginan saya untuk menonton LP bersama Uni terwujud ![]()
Secara umum, menurut saya Riri mampu menangkap maksud Ikal Andrea Hirata dalam buku tersebut. Yaitu menyindir secara elegan dengan mengetengahkan sebuah kenyataan di dunia pendidikan dan kesenjangan sosial di Indonesia tanpa harus memaki-maki pihak tertentu. Yang muncul justru optimisme, semangat, dan kebersamaan yang tulus. Laskar Pelangi tetap menikmati lingkungan hidup dan pendidikan mereka, bahkan di saat-saat tertentu mereka mampu menunjukkan prestasi di tengah-tengah kondisi memprihatinkan yang mereka jalani.
Beberapa hal kecil juga mampu diterjemahkan oleh Riri dengan baik. Contohnya, tidak adanya penggunaan kata “Cina” dengan nada pembeda untuk A Ling dan A Kiong.
Dari segi jalan cerita, ada beberapa ganjalan dan fantasi saya yang berbeda dengan visualisasi di filmnya. Penekanan jauhnya jarak yang harus ditempuh oleh Lintang dari rumahnya menuju sekolah agak kurang, dramatisasi “perkenalan” Si Jenius dengan buaya juga terasa kurang menggigit. Dalam bayangan saya, jauhnya jarak yang harus ditempuh membuat Lintang selalu bermandi peluh saat mengayuh sepeda. Kegalauan yang dialami Flo juga kurang tergambarkan dengan baik sehingga bagi penonton yang belum membaca bukunya mungkin agak kaget saat dibawa pada adegan Flo dicari orang-orang karena kabur dari rumah.
Ganjalan lainnya terdapat pada kemampuan akting beberapa tokoh dan dialog yang agak kaku, terutama dialog antara Ikal dan Akiong saat mengatur rencana untuk bertemu dengan A Ling. Namun hal tersebut dapat dimaklumi karena para pemeran anak-anak Laskar Pelangi memang sengaja dipilih asli anak-anak daerah yang bukan aktor profesional.
Dua aktor cilik yang saya kagumi aktingnya adalah Ferdian (Lintang) dan Verrys Yamarno (Mahar). Kalau bicara soal Alex Komang, Tora, Cut Mini, Mathias Muchus dan beberapa aktor senior lain sih, sudah ketahuan kualitas aktingnya.
Terlepas dari beberapa kekurangannya, film ini tetap menjadi salah satu diantara sedikit film Indonesia paling keren yang pernah saya tonton. Andrea benar-benar tidak salah memilih Mira dan Riri. Semoga suatu saat akan muncul lebih banyak lagi karya sastra dan film sehebat Laskar Pelangi untuk memuaskan dahaga para penggemar sastra dan film Indonesia yang merindukan karya-karya berkualitas.
Catatan Terkait
Tags: laskar pelangi

Komentarnya Silvy on 10 Oct 2008
Hehe..pemeran Mahar emang cool abieez..
Yang pasti, di bioskop tiap Tora muncul para penonton ketawa kecil (hebat banget pengaruh extravaganza ke image’y Tora)
Komentarnya Masenchipz on 10 Oct 2008
rame juga laskar pelangi yupz… cuma masih kalah ama AAC ya…
Komentarnya malapu on 11 Oct 2008
baru kmaren saya kesampaian nonton nich pilem.. bagus juga… btw mau ngajakin tukeran link saya.. eheh
Komentarnya baby names on 11 Oct 2008
kelihatannya aku harus segera nonton nih…
salam kenal.
Komentarnya Cep' Deden on 13 Oct 2008
Wah belum bisa nonton bih, keliling dari satu kota ke kota lain tapi gada bioskop… Nunggu dvdnya aja kali ya
Komentarnya Hence on 13 Oct 2008
Komentarnya budi on 14 Oct 2008
Wah bagus tuh saya belum nonton
Komentarnya dunia tki on 15 Oct 2008
wah saya lum nonton ini film kapan kapan aja ah
Komentarnya attract money on 23 Oct 2008
Blom nonton nih

maklum di kotaku ga ada bioskop, rencana bulan mo ke bandung sekalian nonton, tapi masih di putar ga yah
salut sih untuk film ini dan yg bagus lainnya adalah AAC dan naga bonar top abiss…
Komentarnya aryo basudewo on 23 Oct 2008
bagaimanapun ini adalah film indonesia terhebat indonesia yang pernah aku tonton..leren banget deh
Komentarnya dwi nurhana.a on 23 Oct 2008
pertama aku g tertarik dgn film ini,tapi suamiku kakang masku joko suwarno memaksa nonton……dan aku pengen bgt nonton lagi….salut bgt u mira lesmana n riri riza
Komentarnya furniture on 24 Oct 2008
lagi2 laskar pelangi filmnya bagus gak saya belum nonton tuh
Komentarnya marsaa on 25 Oct 2008
emang apalagi maharnya uh….cool bangeeeeets.wah untuk veris i love you
:”>
Komentarnya adel on 25 Oct 2008
betul maharnya ganteng
tapi syahdan juga lumayan:”>
Komentarnya cara diet on 25 Oct 2008
gw jg belon nonton LP tuh…aduh kapan yah ada waktu ?



Komentarnya khafi on 26 Oct 2008
Komentarnya wheat free foods on 27 Oct 2008
Sayang nih di lewatin film bagus banget, kalo AAC lebih bagus bukunya ketimbang film, sedankan laskar pelangi lebih bagus film nya ketimbang bukunya
Komentarnya schatzi on 28 Oct 2008
Yups.. lumayan bgus oi… sebenatnya masih banyak film2 indi yang bisa di publikasikan juga he..
HIDUP perfilman INA./..
Komentarnya JuKir on 5 Nov 2008
katanya ini adalah film terlaris tahun 2008..
emank se.. aku akuin .. hebat banget…
Komentarnya tiar on 6 Nov 2008
Thank’s infonya sangat menarik saya belum pernah nonton film ini
Komentarnya Adi on 7 Nov 2008
film nya TOP BGT deh…
Komentarnya water hitter on 10 Nov 2008
filmnya bagus gak… soalnya saya belum nonton
Komentarnya zachra on 11 Nov 2008
laskar pelangi emang ” T O P B G T” euy…
gak puas kayaknya klo cuma nonton 1x!!!
nginspirasi bgt loh…!
Komentarnya liizha on 18 Nov 2008
waaaaaaaahhhhhh asyik,seru bgt baru kali ini
saya nonton film dengan sangat begitu
memperhatikan pendidikan yang akhir-akhir ini
jarang di perhatikan oleh orang banyak !!!!!!
pokoknya THE BEST !!!!!!!!
Komentarnya business stationary on 20 Nov 2008
Apabila film2 sinetron di tv diganti dengan film seperti laskar pelangi sepertinya negara indonesia akan menjadi negara yg kuat, tepo seliro, ramah2, saling menghargai.
Komentarnya hariman on 21 Nov 2008
Saya sudah nonton film tersebut. Ceritanya bagus banget mencerminkan keadaan pendidikan Indonesia yang memprihatinkan. Semoga bisa menjadi perhatian bagi pemerintah
Komentarnya muje on 4 Dec 2008
filmnya keren bgt euy…
perjuangan banget…
so swiitttt…
Komentarnya buku impor on 5 Dec 2008
waah.. saya koq malah blum liat pilnya yaa ?? nunggu vcdnya keluar aja deh.. hehehe
Komentarnya Zya on 18 Dec 2008
yupzzz gw pnasaran bnget ma Lintang. smpe bengong brhari-hari gw mkirin tuh makhluk jenius. tp syang bngt aq lom nonton pilmnya he2
Komentarnya Chloe... on 21 Dec 2008
Sbener’na…
Verrys thu Tnggl d Belitung, d mnanya c?
Ad yg tw ga????
Klo ad yg tw…
Tlong Ksh tw y…
K almat Yahoo… “Jean_Choco_Bluesky
@yahoo.com”
Thx…
Komentarnya hamba allah on 11 Mar 2009
wah,,ceritanya bangus buanged dech,,tapi kogh gak sama ya dengan buku best sellernya,,kan Lebih baguss Lagi kalau persis,,hehehe,,makLum dech..Latar n settingnya sudah buat saya kagum banged. sumpah i Lav yu.
Komentarnya maiiank on 21 Mar 2009
q snenk bgd nonton na .
q ud bca , nonton film na . tp q pngen nonton ge ..
bgguuz bgd . bikin nangiz . ketawa , cmwa na dh ..
aplagi mahar .. duckh ngefanz bgd am dy .
log blegh mnta tntank mahhar duunnd ..
LASKAR PELANGI IS THE BEST
Komentarnya ditha on 4 May 2009
hay…..
jujur aja aq blm nontn tp kyk’e c bgs jg ya waktu aq nonton iklannya di media massa indonesia