Hmm.. Sudah lama saya tidak mengulas film. Terakhir kali saya menulis tentang film Merantau, setahun yang lalu
.
Kali ini, film yang menarik perhatian saya adalah film Sang Pencerah. Film berlatar belakang sejarah di akhir abad ke-19 yang menceritakan sepak terjang Muhammad Darwis, atau yang kemudian dikenal sebagai KH Ahmad Dahlan.
Film yang berdurasi 112 menit ini ditulis dan disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Pada awal hingga pertengahan film, kita akan diajak mengikuti kisah Sang Pendiri Muhammadiyah dalam tempo yang cukup cepat.
Muhammad Darwis (Ikhsan Taroreh / Ikhsan Idol) mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan setelah pulang dari Mekkah. Ahmad Dahlan kemudian diperankan oleh Lukman Sardi.
Di usianya yang masih cukup muda (awal-awal 20-an), Ahmad Dahlan merasa gelisah atas pelaksanaan syariat agama Islam yang dinilainya melenceng ke arah bid’ah/sesat.
Ahmad Dahlan memulai pergerakannya dengan mengubah arah kiblat Masjid Kauman. Melalui pengetahuan geografi yang dimilikinya, Ahmad Dahlan menyadari bahwa arah kiblat tidak lurus ke arah barat. Hal ini memicu kemarahan Kyai Penghulu Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo) yang merupakan kyai penjaga tradisi. Akibatnya, surau milik Ahmad Dahlan kemudian dirobohkan karena dituding menyebarkan aliran sesat.
Aktifitas lain Ahmad Dahlan, yaitu membuka sekolah yang menggunakan kursi seperti di sekolah modern Belanda juga membuatnya dituding sebagai Kyai Kafir.
Selain itu, tuduhan Kyai Kejawen juga dilemparkan kepadanya karena Ahmad Dahlan dekat dengan cendikiawan Jawa di Boedi Oetomo.
Semua penolakan dan tuduhan tersebut tidak membuat Ahmad Dahlan mundur. Dengan didampingi istrinya –Siti Walidah (Zaskia Adya Mecca)– dan dukungan lima orang murid setianya — Fahrudin (Mario Irwinsyah), Sudja (Giring Nidji), Sangidu (Ricky Perdana), Hisyam (Dennis Adishwara) dan Dirjo (Abdurrahman Arif)–, Ahmad Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan untuk mendidik umat Islam yang saat itu berbaur dengan mistik kejawen agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman.
Ada dua nama dalam Sang Pencerah yang memulai debutnya sebagai pemeran film, yaitu Giring Nidji dan Ikhsan Idol. Menurut beberapa review yang saya baca, mereka berdua mampu bermain dengan baik. Sedangkan untuk nama-nama lain seperti Lukman Sardi, Zaskia A. Mecca, Slamet Rahardjo, Ikranegara dan Sudjiwo Tedjo, saya rasa kita sudah tahu bagaimana kualitas akting mereka.
Trailer film Film Sang Pencerah
Film Sang Pencerah mulai ditayangkan di bioskop pada tanggal 8 September 2010. So, don’t miss it ![]()
Link terkait:
www.sangpencerahthemovie.com
http://www.21cineplex.com/sang-pencerah,movie,2364.htm


{ 59 comments… read them below or add one }
← Previous Comments
Ya kita orang Islam harus teguh memegang Al-Qur’an dan as-Sunnah as-Shahihah…dan harus patuh pada keputusan Majlis Tarjih Muhammadiyah…, kata Pa Ahmad Dahlan…
giiillaa..ajiibb bneurr nuih film w mpe terharu ntonn.a rza gak bosen…
pastii yang pda nton pda nagiss deqhh….
jgnn mpe gk ntonn syangg loqhh !!!!!
film2 jenis ini yang seharusnya terus di produksi oleh perusahan film indonesia,janfan film yang berceriata tentang hantu dan ygmengexploitasi sex.thank buat hanum bramanto,truslah berkarya
Berguna banget om!
Minta izin buat Copas thanks!
Silakan :)
bgus jg filmnya….
Sayang filim sang pencerah salah stau isinya menyindir ormas islam lainnya
setidaknya ketika saya melihat film ini ada tiga kejanggalan yg cukup berarti…:
1. teks kematian ayah Dahlan (Abu bakar) yg jelas” slah tahun
2. tidak adanay kontinuitas make up dr tokoh yg diperankan Zazkia
3. ada adegan wkt dahlan maen biola…di situ lagu yg dimaenkan jelas” musik lagu “anggrek bulan” yg booming ditahun 80 an…apa g seharusnya yg dimaenkan musik dr lagu “als de orchideen ….”
@travel hajji,,,ormas mana yang disindir? jelas2 memang Muhammadiyah berpedoman pada Al-qur’an dan Sunnah nabi…tdk pada budaya dan adat ataupun tradisi
@Travel Haji, Mas kalo comment tuh hati2. jangan sampai bikin perpecahan. NU dan Muhammadiyah sama baiknya. Karena KH. Hasyim Ashari dan KH Ahmad Dahlan satu guru cuman beliau berbeda pandangan. Ditingkat atas sama sekali tidak ada konflik dan masalah akan perbedaan ini, justru kalangan bawah bodoh dan dungu saja yang terlalu membesarkan perbedaan..ok
Ini Film sampe-sampe d jadiin tgas d sekolahan .. !!
Film sang Pencerah Top BGT..
Pa ge Di kampus Q STIKES Muhammadiyah BJM seriing bnget Nonton Bareeng + menghayati setiap adegan,,,Kereeen
film yang sangat bagus sekali :D
q bgus bgt ni flmm q terharu q suka bgt bgtu bxk plajrn hikmah yg hrs d ambl untuk sebuah mutivasi…………….
← Previous Comments