Arsip catatan untuk kategori Meracau

Homesick

2 April 2008

Sebuah penyakit menyebalkan yang mengganggu kerja. Gejalanya banyak sekali. Perut mulas, badan lemas, kurang bergairah, terkadang dicampur demam. Pintu masuk menuju dunia maya yang biasanya terlihat menggairahkan kali ini terlihat menjemukan dan hambar. :|

Saya tahu obat mujarabnya. Bukan pergi ke dokter ataupun menuju apotek. Satu-satunya obat mujarab penyakit ini adalah menghirup hawa sejuk Gunung Ciremai. Jadi, hari ini saya mulai membereskan pakaian setelah mengajukan permintaan cuti.

Kuningaaaaaannn…… Saya pulaaaaaaang…… \:D/

Aksi Hina Fitna The Movie

29 March 2008

Salah satu topik yang mengusik kenyamanan saya saat sedang menyaksikan acara berita di televisi adalah munculnya sebuah film kontroversial dari negeri Kumpeni sana, Fitna.

Saya jadi ingat ucapan MD — Boss saya yang memahami 2 agama karena pernah dan sedang menganut dua agama tersebut–, MD menyesalkan perdebatan-perdebatan yang terjadi di salah satu forum di internet. “Coba Kamu fikir, Dek,” Dek adalah panggilannya pada saya, istilah Dik (Adik) yang diucapkan dalam logat Jawa kental. “Si A berdebat menggunakan acuan kitab sucinya, begitu juga Si B. Sedangkan kitab suci yang mereka jadikan acuan berbeda. Bagaimana perdebatan ini bisa nyambung??”

Film Fitna ini sepertinya kebalikan dari ungkapan MD. Geert Wilders — yang jelas-jelas bukan Muslim– berusaha menggunakan Al-Qur’an sebagai acuan aksinya, tentunya dengan cara pelintir sana pelintir sini. Dan.. BOOOMM.. Publisitas yang menjadi incarannya terwujud dengan sempurna. Saya jadi ingat istilah yang diucapkan mantan pedakwah terkenal di Indonesia yang sempat mencoba banting setir menjadi politisi, Kencingi Air zam-zam, maka Kau akan terkenal.

Bagaimana menyikapi film tersebut? Cuekin? Protes keras? Terserah, asal jangan melibatkan anarki. Sekelompok orang yang tidak menyukai Islam akan bertepuk tangan dengan keras jika anarki kembali muncul akibat film tersebut.