Hidup Adalah Perbuatan
16 August 2008Selain Prabowo dan Rizal Mallarangeng, salah satu tokoh politik yang akhir-akhir ini semakin gencar mengiklankan diri dimedia massa adalah Sutrisno Bachir. Bahkan saya sempat terganggu karena suaranya muncul saat menjelang pertadingan final Euro 2008, memberikan reportase dengan gaya politikus dan terlihat jelas menggunakan naskah.
Tokoh PAN tersebut semakin sering muncul di televisi dengan mengusung jargon Hidup Adalah Perbuatan dan membawa beberapa tokoh, salah satunya adalah Hj Rabiah yang dikenal sebagai Suster Apung. Hj. Rabiah mulai dikenal namanya setelah aktifitasnya dijadikan film dokumenter oleh Arfan Sabran, film dokumenter berjudul “Suster Apung” tersebut memenangkan kompetisi film dokumenter Eagle Award yang diselenggarakan Metro TV. Sayangnya, iklan politik yang membawa tokoh Suster Apung ternyata tidak dibuat secara terbuka. Sang tokoh (Hj. Rabiah) tidak diberitahu bahwa iklan yang dia “bintangi” bukan iklan masyarakat, melainkan iklan jual kecap politik ke arah kursi Presiden. Tentu saja Sang Suster Apung langsung protes ketika mengetahui sepak terjangnya dimanfaatkan untuk urusan politik.
Secara pribadi, saya sangat menyayangkan hal ini. Jargon “Hidup Adalah Perbuatan” ternoda perbuatannya sendiri. Suster Apung mengabdikan dirinya secara ikhlas tanpa mengharap imbalan, beliau merasa risih setelah sadar dimanfaatkan oleh kalangan tertentu, apalagi dalam urusan cari simpati untuk meraih posisi RI 1.
Hidup Adalah Perbuatan. Biar masyarakat yang menilai kepantasan seseorang dari perbuatannya.




