Lauuutt…..

May 31, 2008 – 5:18 pm

Perjalanan tanpa direncanakan sebelumnya, mengikuti ajakan salah seorang rekan yang berkecimpung di bidang PJTKI untuk mengunjungi beberapa sponsor di Indramayu. Maka berangkatlah saya dan beberapa teman.

Niat saya untuk ikut hanya untuk sekedar jalan-jalan membebaskan fikiran dari sumpeknya kerjaan. Namun ternyata ada nilai plus tak terduga. Rumah salah satu sponsor terletak di dekat laut. Hah?? Laut?? Semangat saya langsung berlipat dan menggebu-gebu. Kapan terakhir kali saya melihat laut? Seingat saya, dua tahun yang lalu saat ke Sukabumi bersama Kang Saprol. Itu juga sekedar lewat, melihat dari kejauhan.

Saya seperti anak kecil, tak sabar dengan prosesi bertamu dan beramah-tamah dengan tuan rumah. Lalu saya mengajak salah seorang saudara tuan rumah untuk mengajak saya ke laut. Pertama kami ke pelabuhan, membeli ikan untuk acara bakar ikan. Di pelabuhan, saya belum bisa menyentuh airnya, hanya bisa menikmati suasana yang saya rindukan sambil berdiri di atas pemecah ombak dan memperhatikan aktifitas para nelayan mempersiapkan perahu.

Setelah membeli ikan, kami menuju sebuah tempat terpencil. Saking terpencilnya, kami terpaksa meninggalkan mobil dan berjalan 200 meter di pematang sawah menuju laut. Sebuah pemandangan kontras, sawah bertemu laut. Hampir tanpa pantai, airnya juga kotor sehingga tidak bisa dipergunakan untuk mandi, namun tidak mengurangi semangat saya untuk turun dan bermain-main. Puaassss……

Bisikan Untuk Mahasiswa

May 27, 2008 – 12:23 pm

Mahasiswa, dalam sejarah beberapa tahun belakangan ini memberikan kontribusi dan jasa yang sangat besar. Aktifitas menyuarakan suara rakyat selama ini sebagian besar dipelopori oleh mahasiswa. Untuk hal ini, sebagai rakyat biasa, saya ucapkan terima kasih banyak.

Namun sebagai rakyat biasa pula, saya menolak tindakan demonstrasi yang disertai dengan tindakan anarkis, mengganggu kepentingan umum secara berlebihan, apalagi disertai dengan merusak fasilitas yang sering saya dan rakyat biasa lain gunakan.

Jika Anda para kaum intelektual mengaku berdemo untuk menyuarakan suara rakyat, tolong jangan disertai tindakan yang mengganggu aktifitas rakyat. Memblokir jalan serta mengusir saya dan rakyat biasa lain yang ingin melewati jalan umum (yang saat itu sepertinya Anda anggap mutlak milik Anda) sepertinya merupakan tindakan yang bertolak belakang dengan pernyataan Anda yang mengaku sedang membela kami. Mata kami perih melihat emosi Anda yang terlalu berlebihan. Jangan berdemo atas nama kami jika aktifitas demo tersebut lebih Anda gunakan sebagai sarana penyaluran emosi. Kami sudah cukup kelimpungan dengan kondisi negeri.

Indonesia To Blog -Top Site .